Gubernur Aceh Diminta Audit Dana Hibah Rp 9,5 Miliar untuk OKP

POPULARITAS.COM – Sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Aceh (APPA) menggelar aksi jilid II di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin (25/1/2021) sore.

Dalam aksi ini,  APPA meminta Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan audit dana hibah Rp 9,5 miliar lebih yang diberikan kepada 100 lembaga atau organisasi swasta dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Rencong pada 2020 lalu.

“Tujuan kita sama dengan aksi beberapa waktu lalu. Kita minta Gubernur Aceh bentuk tim pengawas, kedua beri sanksi bagi oknum yang tidak bertanggung jawab dalam merealisasikan dana hibah tersebut,” ujar Koordinator Aksi, Balma Amaldi kepada wartawan.

Balma menduga, dari 100 organisasi yang menerima manfaat dana hibah, sebagian di antaranya ada yang tidak mampu merealisasikannya dalam bentuk kegiatan. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi tugas pemerintah dalam melakukan audit.

Dalam kesempatan itu, Balma juga menyayangkan penganggaran dana hibah terhadap 100 organisasi swasta itu dengan dalih penanganan pandemi Covid-19. Padahal, cukup banyak masyarakat Aceh yang ekonominya merosot akibat pandemi.

“Kami ingin Pemerintah Aceh itu benar-benar bisa membuat masyarakat Aceh sejahtera. Artinya, lebih mengutamakan kemakmuran masyarakat banyak daripada oknum ataupun malah pribadi,” jelas Balma.

Sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Aceh (APPA) menggelar aksi jilid II di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin (25/1/2021) sore. (Muhammad Fadhil/popularitas.com)

Ia menjelaskan, apabila tuntutan tersebut tak ditindaklanjuti oleh Pemerintah Aceh, maka pihaknya akan terus melakukan aksi yang sama dengan massa yang lebih besar.

“Kami akan datang lagi, bahkan kami akan gelar aksi sebanyak 10 kali dan hingga merdeka,” tutur Balma.

Sebelumnya, Kepala Biro Humpro Setda Aceh, Muhammad Iswanto menjelaskan, berbagai OKP di provinsi ini selama masa pandemi Covid-19 telah sangat aktif membantu pemerintah mensosialisasikan kepada masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan.

Menurut Iswanto, kerjasama yang baik tersebut, telah berdampak positif dengan semakin tingginya kesadaran warga dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Jadi itu bukan bagi-bagi uang, Ormas dan OKP itu sudah bekerja lebih dulu dengan dananya sendiri yang angkanya bisa jadi lebih besar dari jumlah bantuan hibah pemerintah. Peran serta Ormas/ OKP dalam menanggulangi Covid-19 sangat membantu pemerintah baik dengan cara sosialisasi maupun upaya pencegahan lainnya,” kata Iswanto. []

Redaktur : Fitri

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.