Erika Mulyani dan tugas khusus di Peparnas Papua

ERIKA Mulyani, bukan sosok atlet ataupun bagian dari offisial pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua. Namun perempuan yang merupakan ketua Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Aceh tersebut, telah hadir di bumi cendrawasih sejak awal perhelatan olahraga itu dibukan oleh Wapres KH Ma’ruf Amin 5 November 2021 lalu.

Walau bukan atlet yang torehkan prestasi, keberadaan Ika karib Erika Mulyani disapa, memberikan arti penting bagi suksesnya pelaksanaan Peparnas di Papua.

Mengelola catering, memastikan makanan yang sehat bagi atlet, serta jadwal makan para atlet, merupakan bagian tugas Ika sejak Ia menginjakkan kaki pada 4 November 2021 di provinsi ujung Timur Indonesia tersebut.

“Kehadiran saya di Papua, ditugaskan secara khusus oleh Ketua Umum PPJI pusat,” kata Ika dalam keterangan tertulisnya kepada popularitas.com, Minggu (14/11/2021).

Tugas khusus itu, katanya kemudian, terlibat aktif dalam proses pengawasan seluruh makanan atlet yang berlaga di Peparnas, dan memastikan makanan tersebut memenuhi persyaratan gizi yang baik.

Guna menjalankan tugas itu, kata Ika, dirinya telah hadir di Papua sebelum acara Resmi dibuka hingga masa penutupan pada 13 Nopember 2021. “Saya hadir disini dari awal hingga acara resmi ditutup,” terang Ika.

Menurutnya, banyak pelajaran penting yang Ia dapatkan, terutama tentang manajemen catering dalam skala nasional, dan tentang mengurusi banyak orang, baik atltet maupun tamu VIP setingkat kepala negara. “Saat penutupan, kami juga terlibat dalam menyiapkan makanan bagi Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Erika Mulyani, dan tim saat melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap menu atlet Peparnas Papua

Presiden RI Joko Widodo, hadir di Papua memenuhi janjinya kepada rakyat daerah tersebut untuk menutup perhelatan Akbar Peparnas Papua pada 13 November 2021. Kehadiran orang nomor satu di Republik ini, disambut antusias oleh seluruh atlet dan rakyat bumi cendrawasih itu.

“Ini kali kedua saya terlibat menyiapkan menu bagi kepala negara setingkat Presiden RI, sebelumnya saat Pak Joko Widodo ke Aceh,” terang pengusaha perempuan itu.

Selama di Papua, dan terlibat aktif dalam manajemen catering, Sambung Ika, banyak pelajaran penting yang Ia peroleh. Sehigga nantinya, jika PON dan Peparnas 2024 diselenggarakan di Aceh, Ia dan tim PPJI sudah lebih siap jika dilibatkan oleh panitia.

Di Peparnas Papua, terang Ika lagi, dirinya terlibat secara langsung dalam penanganan atau handling makanan para atlet, melihat jenis makanan yang disiapkan, melakukan pengecekan terhadap mutu dan standar makanan, serta meninjau langsung venue dan hotel tempat akomodari para atlet.

Erika Mulyani dan salah satu atle paralimpik asal Aceh di Peparnas Papua

Selain itu juga, hal terpenting lainnya, adalah berkomunikasi langsung dengan para atlet, sehingga mendapatkan masukan tentang perbaikan-perbaikan menu yang harus disiapkan di masa mendatang.

“Banyak hal yang saya pelajari, dan sangat senang mendapatkan ilmu manajemen catering selama Peparnas Papua,” ungkap perempuan alumnus Fakultas Ekonomi Unsyiah itu.

Walaupun mendapatkan tugas khusus dari PPJI Pusat, dirinya tidak lupa memberikan perhatian kepada para atltet Aceh yang berlaga di Peparnas. 

“Sebagai orang Aceh, sudah barang tentu keberadaan para atlet daerah sendiri mendapatkan tempat tersendiri,” sebutnya.

Karena itu, ujarnya lagi, dirinya kerap membangun komunikasi dengan para atlet Aceh dan para offisial selama di Papua, dengan harapan dapat memberikan motivasi dan semangat tanding bagi mereka.

Erika berharap, pengalaman yang Ia peroleh di Peparnas Papua, nantinya dapat diterapkan kala Aceh menjadi tuan rumah PON 2024, sehingga pengelolaan dan manajemen catering dapat lebih baik, demikian Ika menyampaikan.

Comments
Loading...