Enceng gondok Aceh Barat ekspor ke Malaysia

SABANG (popularitas.com) : Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mulai mengekspor ragam aksesoris berbahan enceng gondok hasil produksi masyarakat setempat ke Malaysia.

“Aksesoris berbahan enceng gondok ini sudah diekspor ke Malaysia dan pasarnya sangat menjanjikan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Barat Erwansyah di Standnya pada pameran produk kreatifitas masyarakat pesisir di Dermaga CT-3 BPKS Sabang, Senin.

Pameran produk kreatifitas masyarakat pesisir merupakan rangkaian “Festival Khanduri Laot” atau kenduri laut yang diselenggarakan Pemerintah Kota Sabang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari 27 April hingga 1 Mei 2018.

“Meja makan, meja tamu, kursi, tas, dompek, sandal dan tempat penyimpanan alat tulis kantor (ATK) berbahan eceng gondok ini hasil produksi tiga kelompok ibu rumah tangga (IRT) dan hasilnya mampu menghidupi sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK),” ungkap Erwansyah.

Dia mengakui, semua jenis kerajinan berbahan eceng gondok ini sudah dipromosikan sampai ke Negeri Jiran saat Pameran Archipelago Exhibition (Archex) yang dilaksanakan awal April ini di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Malaysia.

“Beberapa waktu lalu di Malaysia aksesoris econg gondok banyak terjual dan donimen pengunjung membeli tas jinjing dan harganya dari, Rp190.000 hingga Rp300.000/tas, dan aksesoris lainnya dari Rp1 juta hingga Rp3 juta,” sebutnya.

Lebih lanjut katanya, aksesoris eceng gondok semula diperkenalkan kepada masyarakat Aceh Barat oleh sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Teuku Umar (UTU) dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

“Disperindag Aceh Barat secara kontinyu melakukan pembinaan tiga kelompok pengrajin enceng gondok dan syukur Alhamdulillah sekarang dari hasil kerajinan ini mampu menghidupi sedikitnya 30 kepala keluarga.

Menurut Erwansyah, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sangat mendukung setiap kelompok masyarakat yang memproduksi berbagai jenis produk kreativitas masyarakat pesisir demi peningkatan ekonomi.

“Material enceng gondong ini sampai masih terscukupi sampai 30 kedepan masih tercukupi, artinya peluang seperti ini harus ditangkap demi mensejahterakan masyarakat dan peran pemerintah sesuai poksi melakukan pembinaan secara bertahap,” harap Kepala Disperindag Aceh Barat itu. (aceh.antaranews.com)

Comments
Loading...