EDITORIAL: ‘Medan Perang’ Wahyu Widada di Ujung Sumatera

BEBERAPA saat dipercaya menduduki jabatan orang nomor satu di jajaran kepolisian daerah Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, di depan seluruh jajaran Direktorat Narkoba institusi tersebut, menegaskan komitmennya berperang melawan narkoba.

17 Juli 2020, di hadapan para anak buahnya, pria yang mengaku jatuh cinta kepada Aceh itu, memerintahkan kepada para personil kepolisian daerah Aceh, untuk bekerja sungguh-sungguh memberantas peredaran narkoba di provinsi ujung pulau Sumatera ini.

“Aceh ini terlalu hebat untuk dirusak oleh Narkoba,” kata peraih Adhi Makayasa Akpol 1991 tersebut.

Peredaran narkoba jenis sabu di Aceh memang sudah sangat mengkhawatirkan, mengutip pernyataan Kepala BNN Aceh, saat ini terdapat 82 ribu jumlah warga daerah ini terlibat penyalahgunaan barang itu. Dan jumlah tersebut, setara dengan 2,8 persen dari total penduduk negeri ini.

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, peredaran narkoba jenis sabu di provinsi ini terus meningkat tajam, hal ini dikarenakan letak Aceh yang strategis, kerap dijadikan daerah transit oleh sindikat internasional dalam memuluskan aksinya mengirim barang haram itu ke Indonesia.

Sepanjang tahun 2020 saja, BNN Aceh telah menggagalkan ratusan kilogram penyelundupan narkoba jenis sabu, dan para pelakunya ditangkap diberbagai kawasan di Indonesia. Dan kondisi tersebut, sungguh telah membahayakan masa depan generasi Aceh.

Kinerja Irjen Pol Wahyu Widada yang belum genap satu tahun pimpin Aceh terbilang sangat prestisius, terakhir, bersama jajarannya, Jenderal Bintang Dua yang sempat menjabat Kapolda Gorontalo itu, memusnahkan 101 kilogram narkoba jenis sabu, dan ratusan ribu pil ekstasi. Dan pemusnahan tersebut, untuk ketiga kalinya telah dilakukan oleh jajaran kepolisian yang dipimpinnya.

Komitmen Irjen Pol Wahyu Widada dalam mengobarkan perang melawan narkoba, sebagai bentuk ikhtiarnya menyelamatkan generasi muda di provinsi ini. “Narkoba benar-benar telah menjadi ancaman nyata masyarakat Aceh, dan upaya kepolisian saat ini guna menyelamatkan generasi emas daerah ini kedepannya,” tegas Wahyu saat pemusnahan 141 kilogram narkoba jenis sabu di halaman Mapolda Aceh, Selasa, 15 Desember 2020.

Kepada awak media yang meliput acara itu, Wahyu kembali menegaskan komitmennya untuk berperang melawan narkoba, dan tidak hanya dalam bentuk penegakan hukum saja, tapi lebih jauh daripada itu, adalah tindakan preventif akan terus dilaksanakan pihaknya.

Tentu, sebagai warga Aceh, kita sangat bangga atas keseriusan Irjen Pol Wahyu Widada dalam pemberantasan narkoba di provinsi ini. Sebab, peredaran narkoba sudah pada fase yang membahayakan, tidak hanya menyasar orang dewasa, tapi telah menjangkau anak-anak usia sekolah.

Harapan kita sandarkan kepada Wahyu Widada, agar generasi Aceh kedepan tidak menjadi generasi teler, tapi pemuda tangguh, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Dan sebagai bagian dari tidak terpisahkan elemen negeri in, mari kita terus dukung Kapolda Aceh untuk terus bekerja, dalam perang melawan narkoba di ujung sumatera ini. Bravo Jenderal.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.