Donat Getlatela milik Nurzahidah terkenal ditingkat nasional

SEBUAH bangunan berukuran 4 x 12 meter berdiri kokoh di sudut kawasan Kota Banda Aceh. Memasuki gedung itu, terpapang papan nama bertuliskan Donat Getlatela. Dan persis didepannya, terdapat rak terbuat dari kaca berisikan beragam jenis donat. Memasuki bagian dalam, berjejer puluhah piagam penghargaan dari berbagai instansi yang diberikan kepada Nurzahidah, pemilik usaha tersebut.

Ditemui di tokonya yang terletak di Jalan Cendrawasih Nomor 6A, Kampung Keuramat, Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (30/9/2021), Nurzahidah Tampak cekatan merapikan kotak-kotak berisi donat, yang sepertinya merupakan pesanan dari pembeli.

“Iya, ini pesanan konsumen, dan akan kami kirimkan hari ini,” kata Nurzahidah kepada popularitas.com beberapa waktu lalu.

Mengusung konsep pemasaran secara online, Nurzahidah mengaku bahwa produknya tidak akan ditemui di toko lainnya, atau di Warung kopi. “Sejak awal membangun bisnis ini, kami memang menganut sistem penjualan secara online,” terangnya.

Usaha Donat Getlatela milik Nurzahidah sendiri, dimulainya sejak 2014 silam, atau sudah berjalan lebih dari tujuh tahun. Dan kini, produk-produknya telah merambah hampir diseluruh Aceh, dan bahkan terkenal ditingkat nasional.

Karena mengusung konsep pemasaran online, jadi banyak yang pesan dari berbagai daerah lain di Indonesia, terang perempuan itu menambahkan.

Varian Donat Getlatela Bombolini

 

Memanfaatkan platform media sosial, seperti instagram, facebook, dan website, Nurzahidah memasarkan berbagai produknya kepada konsumen. Dengan begitu, jangkauan pasar dapat mengakses semua kalangan dan tidak terbatas daerah.

Saat popularitas.com mencoba memesan donat produk Nurzahidah lewat website, www.getlatela.com, terdapat beberapa jenis varian produk yang ditawarkan dengan berbagai tipe harga. Dengan mengklik kolom pesan sekarang, pembeli diarahkan berkomunikasi dengan jejaring WhatsApp untuk terhubung dengan admin pelayanan pembelian.

Selain memasarkan lewat online, Getlatela juga memiliki satu store, dan keberadaan toko itu sebagai identitas keberadaan usaha donat Getlatela. “Ditoko ini, satu-satunya penjualan secara langsung,” tukasnya.

Dikatakannya kemudian, banyak pihak yang menawarkan agar Donat Getlatel dapat di jual di Warkop atau Cafe, namun hal tersebut Ia tolak dengan halus. Sebab target produknya memang pemasaran online.

Karna memang mengusung konsep pemasaran online, selama pandemi Covid-19, usaha Donat Getlatela nyaris tidak terimbas. Namun omset naik turun dikarenakan perekonomi masyarakat juga terpengaruh semasa pandemi.

Beberapa jenis dan harga donat yang ditawarkan Getlatela adalah Donat Toping (isi 12) dengan harga Rp20 ribu, Donat Toping Mini (isi 6) dengan harga Rp12 ribu, Donat Medium Request dengan harga RP25 ribu.

Lalu, Donat Mini Request dengan harga Rp13 ribu, Bomboloni Besar (isi 18) dengan harga Rp40 ribu, Bomboloni Kecil (isi 8) dengan harga Rp18 ribu, Donat Bomboloni dengan harga Rp30 ribu.

Selanjutnya, Donat Polos (isi 8) dengan harga Rp20 ribu, Donat Polos (isi 8) dengan harga Rp10 ribu dan Donat Lolypop Rp5 ribu.  

Yang membedakan donat buatan Nurzahidah adalah bahan baku pembuatannya. JIka jajanan serupa menggunakan tepung, Getlatela memakai bahan dasar labu dan ketela. Dan Ia memastikan produknya 100 persen sehat, sebab tanpa pengawet. “Saya tidak pakai pengawet makanan, jadi Donat Getlatela aman dan sehat untuk di konsumsi,” terangnya lagi.

Dibantu sejumlah pekerja, Nurzahidah mengatakan bahwa Ia mampu memproduksi 1.200 buat donat perhari, dan proses itu dilakukan dalam waktu empat kali pekerjaan.

Beberapa kali Donat Getlatela mengikuti kompetisi dan pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Selain mendapatkan piagam, piala, dan uang tunai, dirinya juga memperoleh hadiah mesin pembuatan donat.

Berbekal dari mesin dan uang hadiah itu, Ia kemudian memperluas akses pasar, serta menambah modal kerja.

Latela Medium Box

Harapan kita semua, pandemi ini segera berakhir, akan perekonomian kembali normal, dan aktivitas masyarakat juga berangsur pulih. “Kalau ekonomi pulih, dipastikan penjualan akan meningkat,” katanya kemudian.

Selain menawarkan cita rasa berbeda dengan donat lain, Nurzahidah juga mendesain kemasan produknya menarik dan elegan. Dan hal itu menambahk daya tarik Donat Getlatela.

Kepala UTPD Rumah Kemasan Aceh (RKA), Dinas Perindustrian dan Perdangan (Disperindag), Dewiana menambahkan, kemasan sangat memiliki peranan penting dalam pemasaran produk IKM. Selain sebagai sarana promosi, fungsi kemasan juga untuk memastikan makanan tetap sehat, dan higienis.

Diera saat ini, masyarakat telah memiliki cara pandang soal kemasan, dan hal itu berpengaruh besar terhadap keinginan konsumen dalam membeli suatu produk. Informasi mengenai deskripsi produk, angka kecukupan gizi (AKG), dapat ditempat pada kemasan, dan hal tersebut sangat membantu konsumen mengindentifikasi suatu produk.

“Jadi, Ketika kemasan yang didesain memiliki informasi yang lengkap, hal tersebut akan menambah daya tarik pembeli,” terangnya.

Sebab itu, lanjut Dewiana lagi, kemasan itu sangat penting, tidak hanya sekedar membungkus, tetapi juga menjaga keamanan produksi dan juga orang yang konsumen juga aman, dengan adanya informasi-informasi,” tambah Dewiana.

Dalam memilih kemasan, kata dia, pelaku IKM juga harus memperhatikan kualitas produk, sehingga saat tiba di tangan pembeli kualitas makanan dari IKM tersebut tetap terjaga.

Nah, keberadaan Rumah Kemasan Aceh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, untuk memberikan asisten, konsultasi, dan sekaligus mencetakan kemasan yang dibutuhkan para pelaku IKM di provinsi ini berdasarkan jenis produk mereka.

Untuk itu, Ia berpesan kepada para pelaku IKM di Aceh, untuk tidak sungkan datang ke Rumah Kemasan Aceh, agar dapat menciptakan dan menghasilkan kemasan yang cantik, menarik dan sehat untuk setiap produknya. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.