DLHK Banda Aceh Gunakan Kubus Apung Untuk Atasi Sampah di Sungai

POPULARITAS.COM – Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh menggunakan kubus apung sebagai alternatif untuk mengatasi atau membersihkan sampai sungai di kota setempat.

“Kita meningkatkan kebersihan dan keindahan kota termasuk kebersihan sungai, salah satunya dengan memasang kubus apung di dua titik, yakni sungai Krueng Daroy dan di Krueng Doy Lampaseh,” kata Kepal Kepala DLHK3 Banda Aceh Hamdani Basyah seperti dilansir laman Antara, Jumat (13/8/2021).

Hamdani mengatakan, pemasangan kubus apung tersebut sangat efektif karena memudahkan petugas dalam melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah.

“Karena kalau hanya pakai jaring, sampah di bagian tengah susah kita ambilnya, apalagi ketika air tinggi, tapi kalau pakai kubus ini petugas bisa jalan di atasnya,” ujarnya.

Kata Hamdani, selain memudahkan petugas dalam mengangkut sampah di sungai, kubus apung ini juga berfungsi untuk menahan sampah agar tidak sampai ke muara atau bibir pantai. Cara kerjanya akan menahan sampah apung dan menumpuk di sekitar kubus.

“Posisinya otomatis mengikuti ketinggian air, bahanya sangat kuat dari terbuat dari material HDPE dengan tambahan jaring di bawahnya. Mampu menahan sampah yang berasal dari hulu sungai supaya tidak mengalir ke laut,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Hamdani juga mengimbau kepada masyarakat kota agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampai ke aliran sungai, karena selain mengotori juga bisa menyebabkan banjir.

Terlebih saat ini musim hujan, jika volume sampah di sungai meningkat, maka dikhawatirkan bisa menyebabkan banjir juga.

“Kita harap masyarakat semakin meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan,” ujar Hamdani.

Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman telah sering mengingatkan dan meminta warga untuk selalu menjaga kelestarian sungai.

Diharapkan, kesadaran warga untuk menjaga lingkungan terus meningkat, minimal dengan tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai.

Comments
Loading...