Disbudpar Aceh Pangkas Rp 61 Miliar Anggaran untuk Covid-19

BANDA ACEH (popularitas.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar Aceh) menunda sejumlah event yang sudah dijadwalkan untuk digelar pada tahun 2020.

Hal itu diakibatkan pandemi virus corona yang sudah merebak. Sehingga wisatawan enggan untuk berplesiran untuk wisata. Hal itu juga sesuai instruksi Plt. Gubernur Aceh, maka Disbudpar membatalkan sejumlah event yang sudah direncanakan. Sebagian anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Dengan kondisi Covid-19 ini, tentu ada perubahan dan penyesuaian, tentunya pemerintah sekarang fokus pada penanganan Covid-19. Anggaran untuk even kita alihkan ke kegiatan penanganan Covid, khusus 3 hal utama, seperti kesehatan, social safety net dan perekonomian di Pemerintah Aceh,” kata Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin, Jumat, 17 April 2020.

Jamaluddin tidak bisa memprediksi sampai kapan penundaan even dan penutupan tempat wisata, hal ini sangat tergantung perkembangan Covid-19.

“Kita mendoakan wabah ini cepat berlalu, sehingga aktivitas bisa kembali normal, karena wabah Covid-19 ini tidak bisa diprediksi kapan berakhir,” ujarnya.

Selain itu, Jamaluddin mengatakan, pihaknya sudah mengalokasi Rp 61 miliar lebih untuk penanganan virus corona (COVID-19), yang selanjutnya dikelola oleh Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh.

“Kita sudah memangkas Rp 61 miliar lebih anggaran Disbudpar untuk penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh. Sehingga, sejumlah event yang sudah kita rencanakan juga sudah kita batalkan,” kata Jamaluddin.

Selain itu, ia menjelaskan, bahwa pihaknya juga terlibat dalam penanganan gugus tugas Covid-19, salah satu tugasnya adalah pendataan untuk dimasukkan dalam program Social Safety Net nantinya.

“Kita terlibat dalam penanganan gugus tugas Covid-19. Kami juga terlibat. Salah satu tugas kita adalah menyiapkan data-data yang berdampak terhadap Covid-19 untuk kita serahkan kepada Pemerintah Aceh,” kata Jamaluddin.

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, menambahkan, pihaknya berharap agar wabah Covid-19 ini cepat berakhir, sehingga bisa melakukan kegiatan recovery dan normalisasi.

“Harapan kita corona itu berakhir, dengan berakhir corona ini kita akan melakukan kegiatan recovery dan normalisasi industri pariwisata di Aceh, tentu disini recovery dapat dilakukan dengan berbagai aspek kegiatan, apakah dalam bentuk fisik, sarana dan prasarana dasar, tapi juga ada kegiatan yang bersifat event-event berskala kecil lebih kepada upaya kita membangun semangat dan komitmen bersama untuk bangkit kembali pariwisata Aceh pasca corona,” kata Rahmadhani.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai program dan event-event untuk dilakukan setelah wabah Covid-19 berakhir, seperti kegiatan yang bersifat silaturahmi, pertemuan, seperti Gathering, dan lain-lain. (RIL)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat