Dinkes Banda Aceh Suntik Vaksin Difteri pada Siswa

POPULARITAS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau suntik vaksin difteri terhadap siswa sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (20/2/2018).

Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah virus berbahaya tersebut terjangkit di Banda Aceh. Selama ini penyebaran virus difteri merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi secara nasional. Banda Aceh merupakan salah satu kota yang juga masih ada terjangkit virus difteri.

Seluruh siswa di sekolah tersebut sebanyak 900 orang semua disuntik anti vaksin difteri oleh petugas Puskesmas Ulee Kareng. Semua siswa didampingi oleh orang tua masing-masing saat vaksin disuntik. Bahkan saat petugas hendak menyuntik, ada beberapa siswa yang menolak dan menangis hingga bersembunyi di bawah meja.

Kepala Dinas Kesehatan kota Banda Aceh, Warqah Helmi, mengatakan kegiatan ORI ini untuk mengantisipasi penyebaran ke siswa lain, pihaknya mendatangi sekolah dan memberikan vaksin kepada seluruh siswa. Diambil MIN 5 Ulee Kareng, dikarenakan ada satu siswa yang sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Zainal Abidian (RSUZA) terjangkit virus disteri.

“Agar penyakit ini tidak menyebar ke siswa lain makanya kita berikan vaksinasi ke seluruh siswa,” kata  Warqah Helmi.

Selama tahun 2017 di Kota Banda Aceh ada ditemukan 17 kasus, setelah dilakukan pemeriksaan hanya satu yang positif. Sedangkan tahun 2018 ini sudah ada 6 kasus yang ditanganinya, dua diantaranya dinyatakan positif.

“Kalau untuk siswa MIN Ule Kareng ini  kita belum temukan hasilnya apakah positif atau negatif. Saat ini dia sedang menjalani perawatan di RSUDZA bersama dua anak yang dinyatakan positif difteri sebelumnya,” jelasnya.

Kata Warqah, selama ini sudah melakukan kegiatan ORI sebanyak tujuh kali di lokasi yang berbeda. Sedangkan di sekolah baru pertama kali dilakukan di (MIN) 5 Ulee Kareng, Banda Aceh.

Warqah mengharapkan, kepada seluruh  masyarakat untuk memberikan imunisasi dasar terutama pada anak dari usia 1-5 tahun. Guna untuk memberikan kekebalan tubuh sehingga jauh dari penyakit seperti difteri yang sifatnya menular.

“Untuk kasus-kasus yang bisa dicegah dengan vaksin seperti difteri maka bisa kita cegah dari awal. Maka masyarakat kita minta untuk membawa anak-anaknya ke Puskesmas yang ada,” terangnya.[acl]

Reproter : Zuhri

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.