Delegasi Famtrip KJRI Johor Bahru Diajak Nikmati Wisata Aceh

BANDA ACEH (popularitas.com) – Delegasi Famtrip KJRI Johor Bahru akan mengunjung beberapa lokasi wisata di Banda Aceh dan Aceh Besar, usai lawatan ke pendopo Wakil Gubernur Aceh, Kamis, 4 Juli 2019. Mereka juga bakal menikmati wisata kuliner khas Aceh di salah satu rumah makan terkenal di Banda Aceh, Lem Bakri pada hari yang sama.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Aceh, izinkan kami mengucapkan Welcome to Banda Aceh”, ibu kota Provinsi Aceh yang juga dikenal oleh wisatawan sebagai Kota Budaya, Sejarah dan Pendidikan yang selalu menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Aceh,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan da Pariwisata Aceh, Jamaluddin, di Meuligoe Wakil Gubernur Aceh.

Dia menyebutkan Delegasi Famtrip KJRI Johor Bahru juga akan mengikuti Table Tip Buyer Seller Paket Wisata Aceh di Hitel Ayani, pada 5 Juli 2019 besok.

Jamaluddin mengaku bangga dan terharu dengan kunjungan dari delegasi negara jiran, Malaysia tersebut. Apalagi mereka memilih Aceh sebagai destinasi utama untuk “Familiarization Trip” atau “Famtrip” dengan jumlah rombongan mencapai 32 orang. Tak hanya itu, delegasi Famtrip ini juga bakal menghabiskan waktu di Banda Aceh selama empat hari, sejak 2-6 Juli 2019.

“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian yang telah berkunjung ke Aceh, sehingga kami dapat merasakan dampaknya, tidak hanya pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh dan pengalaman Bapak Ibu berwisata di Aceh dengan menikmati ragam pesona wisata alam dan budaya Aceh, tapi juga peran Bapak Ibu sekalian sebagai Endorser atau Ambassador kami untuk menyampaikan pesan positif dan kekinian kepada seluruh masyarakat di Malaysia bahwa Aceh adalah salah satu negeri yang indah dan berbudaya dengan keramahan masyarakat Aceh, sehingga layak untuk dikunjungi oleh wisatawan Malaysia, negara-negara ASEAN dan Negara-negara asing lainnya,” kata Jamaluddin lagi.

Dia menyebutkan pihak Disbudpar Aceh turut menyajikan tayangan langsung video singkat tentang pesona wisata Aceh dengan ragam kekayaan alamnya, keindahan budayanya, kebesaran sejarahnya, keunikan kulinernya, dan keramahan masyarakatnya. Dia yakin, sepenggal sepenggal pesona wisata Aceh tersebut bahkan sudah dirasakan para rombongan saat menikmati Famtrip di Kota Sabang.

“Tentu saja, pengalaman berwisata di Sabang belumlah cukup untuk membuat Bapak Ibu terpesona,” katanya.

Jamaluddin kemudian memperomosikan pesona wisata di daerah lain, di Aceh, yang tak kalah menarik. Dia mencontohkan pesona dataran tinggi Gayo dengan ketinggian sekitar 1500 mpl. Di daerah tersebut, menurut Jamaluddin, selain udaranya sejuk dan segar, pemandangan berupa hamparan kebun kopi rakyat, juga indahnya Danau Lut Tawar dengan spesies Ikan Depik yang tidak dapat ditemukan di daerah lain.

Sementara itu, Kabid Promosi Disbudpar Aceh, Rahmadhani mengatakan, industri pariwisata Aceh semakin berkembang. Hal ini terbukti dari beberapa indikator positif, seperti semakin membaiknya branding wisata Aceh di mata wisatawan, semakin banyak ragam paket wisata tematis yang diciptakan, dan semakin tinggi minat masyarakat untuk terlibat dalam industri pariwisata. Termasuk juga, angka kunjungan wisatawan semakin membaik, walau selama ini terganggu dengan melambungnya harga tiket pesawat domestic.

“Jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh juga meningkat, mencapai 2.5 juta orang, terdiri 2.4 juta wisnus dan 106 ribu wisman tahun 2018. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2017, yaitu 2.3 juta orang, wisata terdiri dari 2.2 juta wisnus dan 78 ribu wisman,” kata Rahmadhani.

Dia memprediksi angka ini akan terus meningkat. Bahkan pihak Disbudpar Aceh menargetkan angka kunjungan wisnus mencapai 3 juta orang dan wisman 150.000 orang. Tak hanya itu, Disbudpar Aceh juga menargetkan kenaikan angka kunjungan wisatawan Muslim ke Aceh, dari 35 ribu tahun 2018 menjadi 40 ribu tahun 2019.

“Selain itu, atraksi wisata yang digelar hampir di seluruh Aceh juga terus meningkat, demikian juga destinasi wisata baru dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung, ditambah lagi dengan semakin viralnya pesona wisata Aceh di berbagai dunia maya,” katanya lagi.

Di sisi lain, Rahmadhani menyebutkan terdapat 100 lebih atraksi wisata alam dan budaya yang terangkum dalam Calendar of Event (COE) Aceh 2019, sedang digelar sepanjang tahun ini. Kegiatan bertemakan “Aceh Hebat melalui Ragam Pesona Wisata 2019” tersebut langsung di-launching oleh Menteri Pariwisata RI pada awal 2019 lalu.

“Semua atraksi wisata tersebut dengan bangga kami persembahkan kepada wisatawan melalui semangat branding wisata Aceh “Cahaya Aceh” dan “The Light of Aceh” sebagai co-branding wisata nasional “Wonderful Indonesia” sebagai identitas dan kebanggaan kita bersama,” katanya.

Rahmadhani mengatakan, sebagai destinasi wisata halal dunia atau “World’s Best Halal Cultural Destination” melalui Halal Tourism Awards 2016 yang digelar oleh International Travel Week (ITW) di Abu Dhabi dan berada di peringkat kedua sebagai Destinasi Wisata Halal Indonesia 2019 melalui standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 mengacu pada standar Global Muslim Travel Index (GMTI), Aceh terus memperkuat “positioning”nya sebagai destinasi wisata halal dunia yang rahmatan lil ‘alamin.

Ragam upaya terus dilakukan melalui kerjasama semua stakeholder dalam rangka mendukung memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan, salah satunya melalui pembenahan komponen 3 A: Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi.

“Dalam rangka meningkatkan perekonomian Aceh, mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan, kami juga menawarkan berbagai peluang investasi kepada investor asing, seperti sektor pariwisata, agro Industri (kopi, kopi, kelapa sawit), sumber daya energi dan infrastruktur, BPKS Sabang, Kawasan Industri Ladong dan Special Economic Zone (SEZ) Arun – Lhokseumawe. Kami akan memberikan segala bantuan, kemudahan, kenyaman dan kepastian hukum kepada para investor dalam melakukan investasi di Aceh,” katanya lagi.

Dia mengatakan masyarakat dan Pemerintah Aceh tentunya berharap kunjungan delegasi dari negara jiran tersebut bukanlah yang pertama dan terakhir. “Sungguh, kami mengharapkan kunjungan Bapak Ibu pada kunjungan lainnya bersama keluarga dan sahabat,” ujarnya lagi.*(ADV)

Anda mungkin juga berminat