Cek Mad Pasang Target Aceh Utara Lumbung Bawang Merah

ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib alias Cek Mad pasang target Aceh Utara menjadi lumbung budidaya bawang merah  sebagai pertumbuhan agrobisnis.

Menurut Cek Mad, jika budidaya bawang merah dikelola dengan baik dan intensif oleh para petani, maka hasilnya akan sangat memuaskan secara ekonomi. Terbukti di beberapa daerah di tanah air yang selama ini menjadi sentral pertanian bawang merah, para petaninya bisa hidup lebih sejahtera.

“Apalagi harga bawang merah di pasaran cukup bersaing, dan kerap memicu inflasi, baik dalam skala nasional maupun skala lokal atau daerah,” katanya.

Hingga saat ini kata Cek Mad, masih banyak masyarakat Aceh Utara yang terbelit persoalan ekonomi, atau hidup dibawah garis kemiskinan, sekitar 17 persen dari 640 ribu jiwa penduduk Aceh Utara saat ini. Persoalan ini umumnya membelit masyarakat kita yang menetap di pedesaan, yang bermata pencaharian sebagai petani.

“Di sini lain, lahan terlantar di Aceh Utara masih tersedia sangat luas. Inilah potensi yang sangat perlu untuk kita garap, agar menjadi lahan produktif yang bisa mensejahterakan para petani,” paparnya.

Cek Mad juga mendukung sepenuhnya setiap program pemberdayaan ekonomi masyarakat, baik bidang pertanian maupun bidang lainnya.

“Sejak awal, kami menginginkan budidaya bawang merah ini dapat dikembangkan bukan hanya di Kecamatan Banda Baro, tapi juga menyebar ke kecamatan-kecamatan lainnya, yang tentu saja terdapat lahan terlantar yang bisa dimanfaatkan,” harapnya.

Menurutnya, dulu terkendala dengan pasokan benih bawang merah, maka dengan adanya penangkaran benih di Banda Baro diharapkan persoalan benih bawang merah akan dapat teratasi.

“Saya yakin, para petani di kecamatan lainnya juga sangat ingin mengembangkan budidaya bawang merah yang nilai jualnya sangat prospektif untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat tani,” ungkapnya.

Ia juga bergarap kepada para petani sangat ingin mengembangkan budidaya bawang merah di semua kecamatan di Aceh Utara. Dari hasil survei yang dilakukan beberapa waktu lalu, kondisi lahan dan kondisi iklim wilayah Aceh Utara sangat cocok untuk budidaya bawang merah. Apalagi kita masih memiliki lahan kering dan sawah terlantar yang cukup luas, yang tentu saja sangat layak untuk digarap sebagai lahan budidaya bawang.

“Untuk itu, saya mengajak semua stakeholder terkait untuk terus mengupayakan pengembangan budi daya bawang merah ini, sehingga hasilnya nanti benar-benar dapat dinikmati oleh para petani kita. Kami mengimpikan suatu waktu ke depan, Aceh Utara ini bisa menjadi salah satu sentral atau lumbung bawang merah di Provinsi Aceh,” harapnya.

Kedepan, Aceh Utara harus menjadi pusat pertumbuhan agrobisnis, jangan lagi berharap akan kembali menjadi petrodolar. Lahan kita cukup luas dan sangat potensi untuk mendukung pertumbuhan agrobisnis ini.

Sementara itu,

etua Komte Nasional Pemuda Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Lapang Muhammad Rizal. mendukung langkah awal Bupati Aceh Utara mengundangkan investor untuk pengembangan sektor kelautan dan Perikanan di Kecamatan setempat.

Menurutnya, langkah yang direncanakan itu, sangat tepat untuk meningkat pertumbuhan ekonomi dikawasan pesisir, dibidang sektor perikanan. Dia menegaskan, selama ini kawasan persisir banyak hasil sumber daya alam tak bisa dengan dikelola denan baik.

“ Saya mendukung prnuh rencana Pemerintah Aceh Utara untuk mengembangkan usuha perikanan. Sehingga kedepan nanti dapat terserap tenaga loka,” katanya.

Ia menjelaskan. Dikawasan pesisir banyak pemuda pengangguran, seirang sempitnya lahan kerja yang tersedia. Bahkan sarana dan prasarana telah tersedia dikawasan Kecamatan Lapang, salah satunya adalah, adanya pelabuhan, juga TPI. “ Lokasi itu sangat strategis, tak jauh dengan lintas jalur selat malaka. Untuk masuk kapal kelokasi itu sangat mudah,” jelasnya. [advertorial]

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.