Cegah Stunting di Aceh Besar melalui program SBA Sehat

IKRAR Mulia (32), bersama puluhan Ibu lainnya, terlihat tekun mendengarkan paparan perempuan yang duduk paling depan. Mengenakan seragam, hari itu, Selasa 5 Oktober 2021, para wanita itu hadir di gedung Posyandu Gampong Lampaya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Kehadiran mereka untuk mendapatkan pendidikan perihal ibu hamil.

Dalam pertemuan itu, dr Mutia Winanda, SpGK dari Aceh Peduli ASI (APA), duduk paling depan, dan para perempuan yang duduk mengelilinginya merupakan kader Posyandu Gampong Lampaya. Menggunakan boneka bayi, perempuan berkacamata itu tampak cekatan menerangkan cara pemberian ASI yang baik selama periode persalinan.

Dikatakan dr Mutia, pemberian ASI yang baik, merupakan salah satu upaya pencegahan stunting, atau kondisi tinggi badan anak lebih rendah dibanding tinggi badan anak seusianya.

Lebih lanjut diterangkannya, perlakuan dalam masa kehamilan juga menjadi faktor penting, dan harus menjadi perhatian para ibu-ibu hamil guna menjaga bayi yang lahir tidak stunting. Karenanya, 1000 hari pertama kehidupan bayi dari sejak didalam kandungan harus cukup gizi dan nutrisi.

Pemberian nutrisi yang tepat dalam masa kehamilan, sambung dr. Mutia, merupakan hal penting agar bayi yang lahir tidak stunting, atau memiliki tinggi badan yang proporsional. Untuk itu, seorang ibu yang tengah mengandung janinnya, harus dipastikan asupan gizi yang cukup.

Sebab, katanya lagi, semasa kehamilan, terjadi perubahan fisiologis pada perempuan, dan salah satu kerentanan yang dihadapi adalah gejala anemia, dan ini harus dipenuhi dengan kecukupan asupan zat besi. Kacang merah, daging dan atau tablet penambah darah dapat dikonsumsi guna mengatasi gejala anemia.

Yang juga penting diperhatikan semasa kehamilan adalah infeksi cacing, sebab, jika itu terjadi berpengaruh terhadap proses pembentukan zat besi didalam tubuh. “Jadi kalau ada ibu-ibu hamil dan terkena cacing, harus segera diobati,” tukasnya.

Kehadiran dr Mutia Winanda memberikan sosialisasi ASI bagi kader Posyandu di Gampong Lampaya, merupakan kerjasama antara PT Solusi Bangun Andalas (PT SBA), dan Aceh Peduli ASI (APA). Kerjasama kedua lembaga itu, merupakan bagian dari salah satu pilar CSR SBA yaitu pilar SBA Sehat dalam upaya pencegahan stunting di Aceh Besar.

Ikrar Mulia mengaku senang dengan adanya sosialisasi tersebut. Sebab, banyak pemahaman yang ia peroleh tentang perawatan bayi semasa kehamilan, cara pemberian ASI yang baik, dan jenis makanan sebagai asupan gizi semasa mengandung dan juga menyusui. “Program ini sangat bagus bagi kami, dan bermanfaat,” sebutnya.

Ikrar yang merupakan warga Gampong Lampaya itu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT SBA dan Aceh Peduli ASI. Sebagai seorang Ibu yang saat ini tengah memberikan ASI ekslusif pada putranya yang berusia dua tahun, pemberian vitamin, susu, dan juga makanan tambahan dari perusahaan itu sangat bermanfaat.

General Affairs & Community Relation Manager PT SBA, Tafaul Rijal, menerangkan, program SBA Sehat dalam rangka pencegahan stunting ini dilakukan pihaknya sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Dan kegiatan ini tercetus berdasarkan koordinasi serta aspirasi/masukan dari masyarakat di Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung kepada PT SBA.

GA & Comrel Manager PT SBA, Tafaul Rijal menyerahkan kompor dan gas kepada para kader posyandu di Kecamatan Leupung.

Bappenas sendiri telah mengeluarkan keputusan Menteri Nomor : KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 tentang intervensi penurunan angka stunting terintegrasi tahun 2021, dan Aceh Besar masuk dalam lokasi kabupaten khusus stunting.

Dalam program SBA Sehat dan Pencegahan Stunting di Aceh Besar, Sambung Tafaul, pihaknya melaksanakan sejumlah kegiatan yaitu, sosialisasi dan edukasi tentang kelas ibu hamil yang dilaksanakan di 34 gampong di Kemukiman Lhoknga, pelatihan kader posyandu di Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung, pemberian penghargaan kepada posyandu terbaik di Kec. Lhoknga dan kec. Leupung, pembagian 37 paket kompor gas lengkap bagi seluruh Posyandu di Kecamatan Lhoknga dan Leupung, sosialiasi pencegahan stunting dengan menggunakan media spanduk dan roll up banner yang di pasang di puskesmas dan posyandu serta penyaluran 324 paket makanan tambahan ibu hamil, seperti vitamin, susu, kacang hijau dan telur.

Program SBA Sehat Cegah Stunting di Aceh Besar ini, diluncurkan pada 20 September 2021 dan berakhir pada 13 Oktober 2021, terang Tafaul.

Community Relation Coordinator PT SBA, Adi Munardi menambahkan, dalam menyukseskan program ini, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Bappeda Aceh Besar. Sebab, program pengurangan angka stunting di daerah ini merupakan prioritas daerah, dan karenanya integrasi dan kolaborasi terkait kegiatan ini menjadi penting dilakukan.

Dikatakannya lagi, terdapat sejumlah tantangan dalam upaya pencegahan stunting di Aceh Besar, terutama tentang persepsi masyarakat tentang stunting itu sendiri yang masih tabu untuk di bicarakan. Namun, ujarnya, untuk mensukseskan kampanye ini dibutuhkan kesabaran, kerja keras, dan upaya edukasi terus menerus guna menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat tentang stunting.

Upaya yang dilakukan pihaknya melalui program SBA Sehat Cegah Stunting di Aceh Besar, kata Adi, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat serta melahirkan generasi-generasi unggul yang dapat memajukan Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung pada khususnya serta Kab. Aceh Besar pada umumnya.

PT SBA, lanjut Adi, terus berkomitmen bersinergi dengan masyarakat di Kec. Lhoknga dan kec. Leupung, dan akan terus melahirkan program-program berupa tanggung jawab sosial perusahaan yang dapat memberikan kemanfaatan bagi warga. (**)

Comments
Loading...