Catatan Peristiwa Tabrakan Maut Simpati Star di Aceh

POPULARITAS.COM – Kamis, 18 Januari 2018, kembali terjadi dua perisitiwa kecelakaan maut yang dialami oleh armada Bus Simpati Star. Kedua kejadian yang menelan korban meninggal ini, menambah rangkaian catatan tabrakan maut yang dialami oleh perusahaan angkutan penumpang itu sejak periode 2017, hingga Januari 2018.

Dari seluruh kecelakaan tersebut, setidaknya telah memakan korban jiwa meninggal dunia sebanyak 16 orang. Adapun rinciannya adalah, tabrakan tanggal 22 Februari 2017, lokasi kecelakaan di Kecamatan Madat Aceh Timur, korban meninggal dunia sebanyak 2 orang. 22 April 2017, lokasi kecelakaan di Penanggalan Kota Subulussalam, tidak ada korban meninggal dunia, namun 6 orang luka berat. Tanggal 20 Oktober 2017, lokasi kecelakaan Muara Batu, Aceh Utara, 2 meninggal dunia dan 14 luka berat dan ringan.

Selanjutnya, 7 November 2017, lokasi kecelakaan Krueng Simpo, Kabupaten Bireuen, 1 luka berat. Kemudian, tanggal 22 Desember 2017, lokasi kecelakaan, Tringgadeng, Kabupaten Pidie Jaya, 6 meninggal dunia. Dan terlahir di bulan Januari 2018, berturut-turut kembali terjadi kecelakaan pada tanggal 8,13, dan 18 Januari, dengan lokasi kecelakaan masing masing di Peudada, 1 meninggal, Aceh Barat Daya, 1 meninggal, Subulussalam, 1 meninggal, dan muara Batu, 1 meninggal.

Rentetan kecelakaan armada Bus Simpati Star memunculkan praduga dan sentimen negatif para warga terhadap bus, dan simpati terhadap para korban.  “Bus ini seperti pencabut nyawa di jalanan,” kata warga yang tidak ingin di tulis namanya.

Dan bahkan warga lainnya kepada media ini mengungkapkan rasa herannya. “Ada yang aneh dengan simpati Star, kenapa selalu kecelakaan,” ungkapnya.

Informasi yang diperoleh media ini, pihak Komite nasional keselamatan transportasi (KNKT), telah melakukan investigasi menyeluruh terkait dengan rentetan kecelakaan pada armada bus Simpati Star, di berbagai wilayah di Aceh.

Perihal telah turunnya tim Investigasi KNKT ke Aceh, disampaikan oleh Kepala Bidang darat dan LLAJ, Dinas Perhubungan Aceh, Nizarli, SsiT, MT, kepada media ini, Kamis, 18 Januari 2017.

Nizarli menjelaskan, upaya investigasi telah dilakukan pihaknya sejak awal Desember 2017, dengan melibatkan KNKT, Balai pengelola transportasi darat (BPTD) wilayah Aceh, dan direktorat lalu lintas Polda Aceh. “KNKT menurunkan 4 orang ahli untuk investigasi kasus kecelakaan Simpati Star,” katanya.

Sesuai dengan tupoksi Bidang darat dan LLAJ Dishub Aceh, yang telah dilakukan pihaknya, kata Nizarli, adalah melakukan audit sistem manajemen transportasi armada bus Simpati Star, dan juga uji kir kelayakan jalan serta pemeriksaan surat menyurat pengemudi bus, dan untuk sementara, hasil temuan pihaknya, ada pelanggaran izin trayek, yaitu, peyimpangan izin trayek, dan tidak ada izin trayek.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah I provinsi Aceh, Buang Turasno mengatakan, peristiwa kecelakaan Simpati Star, pihaknya telah menurunkan tim investigasi. Penyelidikan yang dilakukan Tim Laka Jon atau Kecelakaan Lalu Lintas Menonjol, fokus pada penyebab kecelakaan, dan kelayakan sistem jalan.

Dari telaah atas berbagai faktor dalam peristiwa kecelakaan Simpati Star yang terjadi di Aceh, seperti kelayakan jalan, faktor human error, atau manusi, unit kenderaan, serta kondisi alam, untuk hasil sementara dari investigasi pihaknya, kesemuanya akibat faktor human error. “Tapi saya tegaskan, ini baru hasil sementara yah,” tegasnya.

Sampai saat ini, sambungnya, pihaknya dengan KNKT, Dishub Aceh dan Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh, terus melakukan investigasi menyeluruh dan melakukan rapat Kordinasi untuk perbaikan sistem transportasi darat di Aceh guna menimalisir terulangnya kejadian serupa.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Guritno Wibowo, menerangkan, setiap peristiwa kecelakaan yang terjadi, pihaknya pasti melakukan penyidikan dan penyelidikan serta olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebabnya. Faktor penyebab kecelakaan, selain akibat kesalahan manusia atau human error, ada faktor lain, seperti kondisi jalan dan juga kenderaan itu sendiri.

Berbagai peristiwa kecelakaan yang menimpa armada bus Simpati Star, katanya, pihak penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh, telah melakukan traffic analysis accident, guna mengetahui secara pasti penyebab dari kecelakaan itu.

Sebagai contoh, peristiwa terakhir yang menimpa Armada Bus Simpati Star di Tringgadeng Pidie Jaya, dari hasil penyelidikan kita, terangnya, kejadian ini murni karena kurang laik jalan armada L300 pick up yang secara mendadak kehilangan keseimbangan dan terjadi tabrakan maut dengan unit bus.

Untuk pengemudi bus sendiri, jelasnya, tidak hanya armada bus Simpati Star, pihaknya bekerjasama dengan BNN, Direktorat Narkoba, senantiasa melakukan uji acak terhadap para supir. Namun tentu, kedepan uji narkoba ini harus dilakukan secara berkala, dan menyeluruh. “Kita ingin uji narkoba tidak acak atau sampling lagi, tapi harus menyeluruh dan dilakukan berkala,” tandasnya.

Selain itu juga, tambahnya, pihaknya juga telah melakukan pengecekan terhadap perizinan perusahaan yang mengoperasikan armada bus Simpati Star, dan juga mengecek surat izin mengemudi atau SIM para pengemudi bua tersebut. “SIM supir bus juga kita cek, guna memastikan mereka memang layak mendapatkan izin mengemudi bus,” tandasnya.

Reporter : Saky

Comments
Loading...