Budidaya Ikan Cupang, Hobi Mendatangkan Pundi Rupiah

POPULARITAS.COM – Lenggak-lenggok sembari mengembangkan sirip dan memainkan ekornya dengan paduan warna yang indah, dalam kotak bening berukuran 5×20 cm yang di isi air dan pencahayaan lampu.

semakin membuat simungil Vensi dan Avatar terlihat cantik dan bernilai. Bahkan nilai jualnya tak tanggung-tanggung bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Simungil yang kini menjadi salah satu primadona bagi pecinta ikan hias. Di tengah pandemik covid 19, ikan itu dengan paduan warna dan sirip yang elok ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas yang menghasilkan pundi-pundi bagi peternaknya. Karena peminatnya cukup banyak dan harga yang cukup tinggi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan.

Budidaya Ikan Cupang, Hobi Mendatangkan Pundi Rupiah

Bisnis ikan cupang di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Negeri, bisa menjadi solusi untuk bangkit dari keterpurukan perekonomian masyarakat, budidaya ikan Cupang tak hanya sekedar hobi, tapi juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah

Edo Edwar misalnya, pecinta ikan hias jenis Cupang ini memanfaatkan waktu luangnya di tengah pandemik covid-19 untuk meraup untung dari hobinya, awalnya hanya sekedar mengisi waktu luang karena jenuh di rumah tanpa aktivitas.

Melihat tren ikan Cupang di Aceh semakin tinggi diminati warga selam masa pandemi. Ia pun mulai berpikir, dan mencoba membeli beberapa ekor untuk koleksi pribadi awalnya. Sekedar iseng memajang berberapa foto dari ikan koleksi miliknya di sosial media, ternyata menuai banyak respon serta banyak yang menanyakan ikan hias tersebut.

Sehingga memantik naluri bisnisnya, tak perlu waktu lama ia langsung jajaki bisnis basah tersebut, dengan mencoba melakukan budidaya ikan Cupang koleksinya. Harganya pun sangat fantastis di pasaran.

“Awalnya hanya sekedar hobi, untuk mengisi waktu luang selama WFH di masa pandemi Covid-19, ternyata peminat ikan Cupang di Aceh banyak, dan membudidayakan ikan ini sangat mudah, mulai dari pakannya hingga proses mengawinkannya,” kata Edo.

Guna menambah koleksi ikan miliknya, lelaki yang hobi fotografi ini tak tanggung-tanggung mendatangkan koleksi ikan Cupang dari luar Aceh, terutama jenis ikan Cupang Thailand.

Kini hobinya tersebut telah mendatangkan pundi-pundi yang tak sedikit. Teras samping studio foto miliknya pun kini disulap menjadi tempat budidaya ikan cupang. Vensi, Jayen, Avatar, havemon hingga Plakat ada di tempatnya. Setiap harinya ada 3-5 ekor ikan Cupang dengan harga ratusan ribu dan jutaan terjual.

Budidaya Ikan Cupang, Hobi Mendatangkan Pundi Rupiah

Ikan ini suka hidup di air tenang sehingga cocok untuk dipelihara di rumah. Ikan Cupang hias juga berbeda dengan ikan Cupang adu. Terutama dari variasi warna yang lebih cerah. Kemudian, ikan Cupang hias juga memiliki ekor dan sirip yang khas

“Untuk gerakan ikan Cupang hias ini cenderung lebih lamban. Sebab, ikan Cupang hias suka menunjukkan kecantikannya. Ketika berenang dia akan sangat suka mengibaskan ekor dan siripnya yang indah,” tuturnya.

Sementara itu harga ikan Cupang hias cukup menjanjikan, tergantung ukuran dan corak. Saat ini harga satu ekor bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah

Dengan bisnis barunya tersebut, Edo juga turut membantu warga di sekitar tempat tingggalnya. Ia berupaya memberdayakan mereka dengan cara membeli pakan ikan dari warga sekitar. Tujuannya untuk sedikit meringankan beban perekonomian warga di sekitar rumahnya di tengah pandemi.

Tak hanya itu saja ia juga menjual ikan-ikan Cupang hasil budidayanya ke penjual-penjual kecil dengan harga murah.

Masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia tak terkecuali Aceh, tak langsung membuat sang fotografer wedding ini terpuruk. Meski studio fotonya tutup dan job foto weddingnya hilang seketika, ia masih bisa bangkit dengan bisnis ikan Cupang, bahkan bisa membantu perekonomian orang di sekitarnya.

Ikan Cupang milik Edo kini sudah mulai diminati warga di luar Banda Aceh. Pengiriman paling jauh saat ini ke Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Utara. Awal November Edo mulai memperluas pengiriman ikannya ke luar propinsi Aceh.

Selama ini ada beberapa pecinta ikan Cupang dari luar Aceh yang tertarik koleksi ikan Cupang miliknya. Namun Edo belum berani mengambil resiko untuk mengirim ikan-ikan tersebut keluar Aceh, takut tak tahan lama karena ekspedisi saat ini belum stabil.

Ia juga menyebutkan peminat ikan Cupang hias itu tidak hanya kalangan domestik saja. Namun juga luar negeri. Karena itu budidaya ikan Cupang hias bisa menjadi usaha yang menjanjikan bagi masyarakat.

Ikan Cupang hias cukup gampang dipelihara karena tidak memerlukan lahan atau tempat yang luas untuk membudidayakannya. Bahkan, budidaya bisa dilakukan di rumah.

Budidaya Ikan Cupang, Hobi Mendatangkan Pundi Rupiah

Edo berharap daya tarik ikan hias Cupang terus meningkat di kalangan masyarakat Indonesia khususnya Aceh dan ini menjadikan potensi peluang usaha meningkatkan taraf perekonomian saat pandemi seperti ini.

Meski di tengah kondisi pandemi geliat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan perkembangan dunia usaha di Banda Aceh cukup baik.

Salah satunya prospek ikan hias ini. Semoga semua elemen masyarakat terus semangat dalam berkreatifitas serta belajar guna meningkatkan perekonomian keluarga

“Selain hobi, juga menguntungkan, untuk itu kawan-kawan terus bersemangat meski di tengah pandemi dan terus belajar, karena tanpa belajar mustahil semua bisa diraih,” tutur Edo.[]

Reporter: Fitri Juliana

Editor: Acal

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.