Bongkahan Es Terbesar Di Dunia Pecah Lagi Seluas Pulau Bali

POPULARITAS.com – Pecahan bongkahan Es raksasa sebesar Pulau Bali kembali  terjadi di perairan Antartika. Fenomena pecahanya bongkahan es itu terekam dari citra satelit yang menunjukkan, setidaknya ada dua bongkahan es ini hanyut berdekatan sejauh sekitar 135 kilometer ke sisi tenggara Kepulauan Georgia Selatan yang dikuasai Inggris.

Dua bongkahan ini diyakini akan segera saling bergerak menjauhi satu sama lain. Selama lebih dari tiga tahun, A68a adalah bongkahan es terbesar di dunia. Ukuran terbesarnya pernah setara dengan luas Pulau Bali.

Bongkahan es A68 pecah di perairan Antartika tahun 2017 dan sejak saat itu bergerak menuju Samudera Atlantik sebelah selatan.
Bongkahan es A68 pecah di perairan Antartika tahun 2017 dan sejak saat itu bergerak menuju Samudera Atlantik sebelah selatan./ Foto : CPL PHIL DYE RAF/CROWN COPYRIGHT

Namun iklim yang semakin hangat dan arus laut yang agresif secara perlahan memecah bongkahan es ini dan menggerakkannya ke arah utara, menjauhi Antartika menuju perairan Atlantik Selatan.

Bongkahan es diberi nama secara berurutan. Huruf awal menunjuk kan kuadran benua putih tempat mereka terbentuk, sedangkan nomor merupakan catatan posisinya dalam urutan tersebut.

Nama setiap bagian utama yang terpisah dari bongkahan es asli kemudian mendapatkan akhiran berupa huruf. Hingga 28 Januari lalu, proses pemberian nama ini telah mencapai A68f.

Setelah pecahan yang terjadi terakhir ini, bongkahan yang lebih besar akan tetap menggunakan nama A68a. Sementara itu, bongkahan yang lebih kecil akan dinamakan A68g.

Namun penamaan ini harus disetujui Pusat Es Nasional Amerika Serikat, lembaga yang mengawasi sistem pemberian nama bongkahan es.

Penampakan pada 23 Desember 2020, satelit Aqua milik NASA merekam gambar bongkahan es A68a yang terpecah. / Foto NASA/AQUA/MODIS

Jelang akhir tahun lalu, A68a terlihat seperti jarum penunjuk yang besar jika dilihat dari luar angkasa. Ukurannya yang besar sempat dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem Georgia Selatan, terutama jika mencapai kawasan lepas pantai yang dangkal.

Keberadaan bongkahan besar es itu dinilai dapat mengganggu aktivitas kawanan penguin dan anjing laut yang mencari makanan di pulau itu. Seiring terpecahnya bongkahan es A68a, kekhawatiran itu sepertinya telah mereda.

Bagaimanapun, pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah tim ekspedisi ilmiah dapat menemukan hal berharga saat mereka tiba di lokasi bongkahan es tersebut. (Sumber BBC)

Redaktur : Fitri

Comments
Loading...