Bola-bola Mati dan Kesialan Manchester United

POPULARITAS.COM – Mau Jose Mourinho protes seperti apa pun, faktanya tidak bisa dielakkan: Manchester biru semalam.

Ada dua hal yang disebut-sebut Mourinho dalam statemen pasca-laga di Old Trafford, Minggu (10/12/2017) malam WIB. Pertama, bahwa  Manchester City dinaungi keberuntungan; kedua, timnya tidak mendapatkan penalti ketika —ia merasa— bahwa seharusnya mendapatkan penalti.

City menang 2-1 pada laga tersebut lewat gol-gol dari David Silva (43’) dan Nicolas Otamendi (54’). Sementara, satu gol Manchester United dicetak oleh bocah asli Manchester, Marcus Rashford (45’).

Kendati City mendominasi, sesungguhnya United cukup bisa meredam mereka. Di babak pertama, misalnya, para pemain United cukup pintar untuk tidak melakukan pressing sejak dari lini tengah. Sebab, jika demikian, mereka akan meninggalkan lubang di belakang yang bisa dimanfaatkan oleh sayap-sayap dan pemain depan City yang cukup cepat.

United baru melakukan blok rapat ketika bola yang dibawa oleh pemain-pemain City sampai ke depan kotak penalti mereka. Alhasil, selincah dan seliat apapun pemain City bergerak, para pemain United berulang kali sukses memblok sepakan mereka.

Sampai di sini, taktik United terlihat sukses. Sialnya, mereka juga kekurangan opsi ketika harus melancarkan serangan. Transisi apik yang dilakukan City dari menyerang ke bertahan membuat United sulit melakukan serangan balik. Berulang kali, sayap-sayap dan pemain tengah United dipepet rapat oleh dua orang pemain City yang rajin melakukan pressing. United pun buntu.

Satu-satunya gol United pada laga ini sendiri hadir dari kesalahan Fabian Delph dalam mengantisipasi umpan silang dari kiri. Delph gagal menghalau umpan itu sehingga bola pun jatuh di kaki Rashford, yang dengan tenang menceploskannya ke gawang Ederson Moraes.

Ngomong-ngomong, dua gol City dalam laga ini pun berawal dari kesalahan pemain United. Ya, kendatipun dominan, sesungguhnya City juga kesulitan menembus pertahanan United. Alhasil, dua gol mereka tercipta dari situasi bola mati.

Yang pertama, dari sebuah tendangan penjuru. Bola yang diumpankan ke dalam kotak penalti United dan memantul badan Romelu Lukaku. Yang terjadi selanjutnya, David Silva yang berdiri bebas dengan leluas menendang bola masuk ke dalam gawang David de Gea.

Yang kedua, dari sebuah tendangan bebas. Lagi-lagi, bola yang masuk ke kotak penalti United memantul badan Lukaku (ah, sial betul dia!) dan mengarah tepat ke tempat Otamendi berdiri. Sama seperti gol pertama City, Otamendi dengan tenang menendang bola ke dalam gawang United.

Manajer City, Pep Guardiola, tentu saja senang. Ini adalah kemenangan keduanya dalam Derbi Manchester yang berlangsung di Old Trafford.

“Kami menunjukkan bahwa sepak bola yang kami mainkan ini juga bisa sukses di Inggris. Orang-orang bilang, sepak bola gaya ini cuma bisa sukses di Spanyol. Namun, kami menunjukkan bahwa kami bisa sukses ketika punya keberanian untuk bermain,” kata Guardiola seperti dilansir Bleacher Report.

Well, Guardiola memang benar. Terlebih, timnya tampil dominan semalam. Namun, melihat proses dua gol City, ada faktor lain yang juga tidak bisa dia lepaskan begitu saja: keberuntungan yang berasal dari kesalahan lawan.[acl]

Sumber : kumparan.com

Comments
Loading...