Bawang Merah dan Beras Penyumbang Inflasi di Lhokseumawe

POPULARITAS.COM – Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Lhokseumawe pada bulan Januari 2018 mencapai 0.32 persen, maka apabila dibandingkan dengan tekanan inflasi yang terjadi pada bulan Desember 2017, yaitu mencapai 1,69 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yufrizal, Rabu (7/2/2018) mengatakan, inflasi yang terjadi di Kota Lhokseumawe, dipengaruhi oleh indeks bahan makan atau volatile foods.

“Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK sampai dengan bulan Januari 2018 tercatat 0,32 persen (ytd) atau secara tahunan mencapai 2,94 persen (yoy) dan berada di kisaran sasaran inflasi pemerintah sebesar 3,5±1 persen (yoy),” ujar Yufrizal.

Yufrizal menambahkan, penyumbang utama terjadinya inflasi yaitu, komoditas bawang merah, beras, daging ayam ras, jeruk dan cabai rawit. Peningkatan harga-harga komoditas dimaksud, dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan bawang merah yang terjadi di pasar tradisional.

Selain itu, juga dipengaruhi musim penghujan menyebabkan beberapa lahan tanaman padi gagal panen akibat banjir yang menyebabkan inflasi pada komoditas beras. Secara tahunan, inflasivolatile foods mencapai sebesar-0,43% (yoy).

“Inflasi inti bulan Januari 2018 tercatat sebesar 0,01 persen (mtm), menurun dari bulan sebelumnya sebesar 0,29 persen. Inflasi komponen inti pada bulan ini disumbang oleh komoditas sandang yaitu komoditas emas perhiasan yang disebabkan oleh naiknya harga emas dunia,” tutur Yufrizal.[acl]

Reporter : Muhammad Agam Khalilullah

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.