Asesmen Menjadi Penilaian Untuk Dongkrak Pendidikan di Aceh

POPULARITAS.COM – Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, mengatakan hasil dari pelaksanaan asesmen nasional dapat menjadi penilaian bagi pemerintah terhadap mutu setiap satuan pendidikan di Aceh. Sehingga dapat melahirkan berbagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Pemetaan mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar yaitu literasi, numerasi, dan karakter serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran,” kata Azizah dalam pertemuan dengan Kepala SMA, SMK dan SLB se-Kabupaten Aceh Selatan, Subulussalam dan Singkil, kemarin.

Menurut Azizah, informasi itu akan diperoleh dari tiga instrumen utama. Yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar.

Azizah mengatakan kepala sekolah, guru dan siswa akan mengikuti asesmen nasional yang direncanakan akan digelar pada bulan September-Oktober mendatang.

Azizah menjelaskan AN diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah. Pemilihan ini akan mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi. Satuan pendidikan tidak diperkenankan mengganti sampel murid karena dapat mempengaruhi hasil dan tindak lanjut perbaikan pembelajaran.

Menurut Azizah, murid kelas V, VIII, dan XI menjadi sampel agar  murid yang menjadi peserta asesmen nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika mereka masih berada di sekolah tersebut.

Asesmen Nasional bertujuan tidak untuk mengevaluasi siswa per individu dan tidak dimanfaatkan untuk syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Asesmen nasional hanya sebuah evaluasi kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kepala sekolah dan guru hanya akan menjadi peserta pada survei lingkungan belajar yang termasuk dalam asesmen nasional. Sementara Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan survei karakter hanya diikuti oleh para siswa,” kata Azizah.

Pelaksanaan asesmen nasional guru dan kepala sekolah berbeda dengan dengan siswa. Kepala UPTD Balai Tekkomdik, Fariyal, berterima kasih atas kinerja kepala sekolah, guru dan warga sekolah lainnya yang telah bekerja keras mengantar siswa-siswi hingga lulus ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2021.

“Gubernur Aceh dan kepala Dinas Pendidikan menyampaikan salam hangat dan terimakasih kepada bapak dan ibu guru semua. Mereka mengapresiasi atas prestasi yang telah kita raih pada tahun ini. Semoga kedepan dapat lebih ditingkatkan lagi,” kata Fariyal.

Angka kelulusan siswa-siswi Aceh melalui jalur SBMPTN memang menduduki peringkat delapan nasional,. Namun jika dibandingkan antara jumlah peserta yang mendaftar dengan yang diterima, maka rasionya mencapai 41 persen. Sedangkan pada jalur SNMPTN, rasio kelulusan Aceh mencapai 36.80 persen. Ini merupakan rasio tertinggi secara nasional.

“Dari besaran rasio ini menjadi salah satu dasar tolak ukur keberhasilan pendidikan di Aceh. Semoga ke depan akan lebih banyak lagi prestasi yang dapat kita capai untuk mewujudkan Aceh carong,” kata Fariyal.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.