Aisyah Rela Sambangi Muridnya di Tengah Pandemi

POPOULARITAS.COM – Teriakan kegirangan sembari melambaikan tangan murid-murid berkebutuhan khusus itu, membuat Aisyah menghentikan ayunan langkahnya. Matanya tertuju ke arah siswa yang memanggilnya, lalu menyapa anak-anak itu.

Senyum sumringah tampak terpancar dari wajah siswa Sekolah Luar Biasa Yayasan Bunda Saifullah Meutuah (SLB-YBSM) yang terletak di Desa Lamjabat Kota Banda Aceh. Selama pandemi Covid-19, mereka terpaksa meliburkan sekolah, lalu menerapkan belajar jarak jauh.

Terik mentari, tak membuat Aisyah mengeluh demi memenuhi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus itu. Peluh yang membasahi baju dan wajahnya, hilang seketika saat ia bertemu dengan anak-anak istimewa itu.

Lambaian tangan dan teriakan kegirangan anak didiknya dari atas balkon rumah yang menyambut kedatangannya membuat ia tersenyum. Raut wajahnya ceria seketika, tak ada rasa penat yang sebelumnya menggelayut di raut wajahnya.

Aisyah Rela Sambangi Muridnya di Tengah Pandemi

Ibu Aisyah begitu ia di pangggil oleh murid-muridnya. Ia merupakan guru bahasa isyarat SLB-YBSM, Banda Aceh yang setia membimbing anak-anak difabelitas itu.

Selama masa pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, tak terkecuali Aceh, aktifitas belajar mengajar di sekolah mulai diliburkan untuk menghindari penyebaran virus corona.

Kemudian harus menjalankan belajar secara daring di rumah atau Belajar Jarak Jauh (BJJ). Bagi siswa biasa, konsep belajar daring tak mengalami kendala, mereka bisa menggunakan telepon pintar untuk mendapatkan materi pelajaran.

Namun konsep BJJ sulit diterapkan bagi siswa berkebutuhan khusus. Sehingga para guru harus berpikir keras untuk mencari solusi agar siswa itu tetap belajar di tengah pandemi.

Lakonan itu telah di jalani Aisyah sejak 6 bulan terakhir. Dengan berbekal sepeda motor metik, ia menyusuri setiap sudut Kota Banda Aceh dan Aceh Besar untuk menemui anak didiknya memberi pelajaran.

Seminggu lima hari waktunya ia wakafkan untuk mengunjungi anak-anak didiknya. Gerak tubuh, gambar dan warna menjadi sarana dalam belajar.

Karena kekurangan yang dimiliki anak-anak istimewa itu, ia terpaksa melakukan proses belajar mengajar dengan mendatangi rumah warga secara bergantian agar murid tetap mendapatkan layanan pendidikan di tengah pandemi COVID-19.

Belajar luring alias belajar tatap muka tidak bisa tidak dilakukan di beberapa jenis sekolah. Di antaranya sekolah luar biasa yang mengajar siswa berkebutuhan khusus.

Guru yang masih berstatus tenaga pengajar kontrak ini, tak pernah menjadikan beban atas yang dikerjakan saat ini. Kendati ia harus mengunjungi anak-anak didiknya satu persatu selama Covid-19. Ia merasa punya tanggungjawab atas pendidikan peserta didiknya yang berkebutuhan khusus.

“Selama ini belum ada kendala dan saya tidak pernah menganggap ini beban, ini sudah jadi tanggungjawab saya kebagai guru kelas mereka,” kata Aisyah.

Belajar dengan cara daring ini dirasa tidak berjalan lancar bagi mereka yang memiliki kekurangan secara fisik, selain itu juga banyak murid yang tidak memiliki smartphone.

“Saya didik mereka, saya bawa berbagai macam buku agar dibaca dan dipelajari oleh murid-murid. Alhamdulilah pihak sekolah juga memberi dukungan dengan memberi biaya transportasi (uang minyak motor),” tambah Aisyah.

Aisyah Rela Sambangi Muridnya di Tengah Pandemi

Kegiatan ini dilakukan Aisyah dan guru-guru dari sekolah SLB -YBSM ini lima kali dalam sepekan. Sebab, jika setiap hari dirinya tidak sanggup karena jarak rumah siswanya jauh-jauh. satu hari ia mengunjungi 1-2 siswa dari pukul 09.00 pagi – 13.00 Wib. Saat dirinya tiba di rumah siswa, tidak langsung bertemu dengan sang anak.

Langkah ini diambil Aisyah karena inisiatif para guru yang didukung oleh pihak sekolah.

Meksipun Aisyah mengaku merasa was-was menjalankan aktivitasnya di tengah pandemi Covid-19 di Tanah Rencong. Sebab, seharusnya tidak keluyuran, justru menyambangi rumah-rumah warga demi mengajarkan siswa berkebutuhan khusus itu.

Apa lagi saat ini Banda Aceh dan Aceh Besar berada pada zona merah. Dia berharap agar dirinya dan anak-anak didiknya tidak terjangkit corona. Demi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan peserta didik, ini akan terus dikerjakan hingga situasi normal kembali. Good Luck Aisyah.[]

Penulis: F Juliana
Editor: Acal

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.