Air Terjun Ceuracheu, objek wisata tersembunyi di hutan Aceh Jaya

POPULARITAS.COM – Aceh Jaya merupakan salah satu kabupaten yang menyimpan panorama alam yang memukau. Bukan hanya objek wisata pantai, tetapi juga pegunungan lengkap dengan air terjun.

Salah satunya adalah objek wisata Air Terjun Ceuracheu Klah Krueng Ayon. Lokasi air terjun ini memang cukup tersembunyi, berada di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya.

Dari pusat Kota Banda Aceh, jarak ke lokasi air terjun kurang lebih 145 kilometer atau memakan waktu 4 jam perjalanan.

Dari jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh, ada dua akses untuk mencapai lokasi ini, yakni melalui Suak, Kecamatan Darul Hikmah dan Lhoek Kruet, Kecamatan Sampoiniet. Kedua kecamatan itu masih dalam Kabupaten Aceh Jaya.

Jika melalui Kecamatan Sampoiniet, setidaknya kita harus menempuh jarak kurang lebih 25 kilometer atau melakukan perjalanan sekitar 1 jam dari Lhok Kruet, ibu kota kecamatan Sampoiniet.

Sedangkan melalui Kecamatan Darul Hikmah, jarak tempuh akan terpangkas, yaitu hanya menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer atau melakukan perjalanan sekitar 30 menit dari Suak.

Kondisi kedua akses menuju ke tempat wisata ini sangat sulit. Wisatawan harus melewati tanjakan yang curam serta jalan berlumpur jika sedang musim hujan.

Sepanjang perjalanan, wisatawan bakal disuguhkan pemandangan nan indah berupa hutan berantara, perkebunan durian, jeruk, sawit, areal persawahan dan rumah-rumah kosong tanpa penghuni.

Kata warga setempat, rumah-rumah kosong itu dulunya dihuni oleh transmigrasi dari Pulau Jawa. Mereka datang ke Aceh untuk bekerja dan berkebun. Namun, saat konflik melanda Aceh, mereka minggat dari kawasan tersebut karena merasa terancam.

Salah satu rumah peninggalan penduduk transmigrasi Pulau Jawa di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya. (Muhammad Fadhil/popularitas.com)

Iya, kawasan pedalaman Aceh Jaya kala itu menjadi salah satu basis pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Maka jangan heran, jika kawasan tersebut menjadi fokus atau jalur operasi merah Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kurang lebih 4 jam perjalanan, popularitas.com akhirnya tiba di Desa Krueng Ayon. Ditemani Sekretaris Desa, Hendriansyah, kami menuju ke titik air terjun menggunakan roda dua.

Sepanjang jalan dipenuhi bebatuan dan dikelilingi hamparan perkebunan sawit. Setelah memempuh perjalanan sekitar 20 menit, kami tiba di air terjun setinggi 25 meter itu. Seakan, lelah akibat jauhnya perjalanan terbayar lunas ketika mendengar suara gemuruh air terjun jatuh dari bukit.

Gemuruh air terjun memadati indra pendengar. Ditambah lagi dengan suara burung berkicau. Objek wisata air terjun Ceuracheu memang begitu eksotis, terlebih dihimpit oleh perbukitan.

Wisatawan berpose di Air Terjun Ceuracheu, Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya. (Muhammad Fadhil/popularitas.com)

Air terjun itu direkomendasikan menjadi salah satu tempat yang paling tepat untuk menghilangkan rasa penat dari kebisingan kota, terlebih ketika libur akhir pekan tiba.

Selain menawarkan kondisi alamnya yang masih alami, pengunjung juga bisa bermandian, sambil bercanda dengan temannya. Apalagi, di sisi tebing yang ada di air terjun itu terdapat ruang yang bisa digunakan untuk melompat dengan gaya bebas, menghempaskan badan ke dalam air yang segar.

Selain bisa bersantai menikmati air terjun, tempat ini juga menjadi lokasi yang tepat untuk memancing. Banyak warga di sana yang memanfaatkannya, baik untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga atau hanya sekedar hobi saja. Selain memancing, banyak warga juga membawa jala untuk menangkap ikan.

“Di sini terdapat sangat banyak ikan kerling, sangat enak jika digoreng,” tutur Hendriansyah.

Wisatawan menyantap makan siang di Air Terjun Ceuracheu, Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya. (Muhammad Fadhil/popularitas.com)

Hendriansyah menuturkan, akses ke lokasi air terjun sudah lebih bagus dibandingkan beberapa tahun lalu. Hal itu setelah dilakukan pengerukan jalan sehingga kendaraan roda dua bisa mencapai ke lokasi air terjun.

“Kalau beberapa tahun lalu kita harus berjalan kaki sepanjang 1 kilometer mengarungi sungai, sementara sepeda motor diparkir di area kebun sawit,” kata Hendriansyah.

Seorang pengunjung, Avicenna Al-Moududdy menyebutkan bahwa objek wisata ini memiliki potensi luar biasa karena memiliki keindahan tersendiri, yakni dihimpit oleh perbukitan.

“Air terjunnya cukup bagus, kalau akses dan fasilitasnya semakin bagus, saya pikir akan lebih banyak lagi pengunjung,” ujarnya.

Comments
Loading...