Achmad Marzuki : Saya ikhlas untuk Aceh

Tidak kurang ratusan wartawan dan pemilik media siber, cetak, dan sejumlah pimpinan TV dan radio berkumpul di Restoran Pendopo Gubernur Aceh. Ya, Rabu (13/7/2022), sesuai dengan undangan yang disebarluaskan Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Achmad Marzuki gelar silaturahmi dengan para owner media massa di daerah itu.

Acara yang diagendakan pada pukul 12.00 WIB, sedikit bergeser, dan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki baru datang 30 menit kemudian. Masuk ke ruangan yang telah dipenuhi para pimpinan media itu, pria yang sempat menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda itu, tampil sederhana.

Celana hitam, dan kemeja putih, Achmad Marzuki langsung menyapa hangat para pemilik dan pemimpin media massa di Aceh. Wah ada apa ini ngumpul-ngumpul, ucapnya mencairkan suasana yang sebelumnya sedikit hening. Bentar-bentar, saya sampaikan pidato dulu, ujarnya seraya langsung naik ke mimbar. Tanpa ada podium, pria yang lahir di Jawa Barat itu langsung mengambil pengeras suara yang terpaut beberapa meter darinya.

Hal yang dilakukan Achmad Marzuki saat itu sedikit berbeda dengan kebanyakan pejabat lainnya tak ada protokuler, tak ada pembawa acara, dan bahkan tanpa ada jepret-jepret foto seperti laiknya pemimpin yang lain.

“Saya gak suka di foto-foto, karena bagi saya kerja jauh lebih penting daripada sekedar foto,” katanya mengawali sambutannya.

Tak kurang dari lima menit pria lulusan Akademi Militer 1989 itu berpidato, bahkan Ia sempat berucap untuk tidak mengutip apa yang Ia sampaikan. “Saya ini tak pandai pidato, sebab bagi saya kerja itu jauh lebih penting daripada sekedar berpidato di atas podium,” katanya lagi.

Selanjutnya Ia juga menyampaikan hal yang penting bahwa, sebagai manusia, usianya sudah tua, dan jabatan yang Ia peroleh, pangkat yang Ia dapat sudah lebih sangat cukup, sehingga dirinya merasa tidak membutuhkan hal yang lain.

Karena itu, menjadi Penjabat Gubernur Aceh, saya telah mengikhlaskan diri, dan dirinya berjanji akan lebih banyak bekerja daripada berbicara. “Saya itu gak pandai berbicara,” ujarnya lagi.

Dikesempatan itu, Ia juga mengajak seluruh pimpinan media massa di Aceh, untuk saling bekerjasama membangun Aceh, dengan cara menciptakan citra yang positif tentang daerah ini.

Achmad Marzuki turun dari mimbar, dan memilih bergabung dengan meja tempat para pimpinan media duduk, dan kemudian melanjutkan diskusi sambil makan siang.

Selepas makan siang, Achmad Marzuki ngobrol santai, tertawa, dan tidak ada batas dan jarak dengan para pimpinan media, Ia tertawa lepas, sesekali memperlihatkan hapenya kepada wartawan. 

Semua hal yang Ia lakukan hari ini, mencermikan kesederhanaan, ketulusan, dan terlihat dirinya berbeda dengna pejabat lain. Tak ada jarak, tak ada batasan, dan keakuan yang menunjukkan dirinya adalah seorang Gubernur Aceh dihadapan para pimpinan media.

Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong – Disperindag Aceh
Comments
Loading...