Aceh siagakan obat-obatan antisipasi lonjakan Covid-19 akhir 2021

POPULARITAS.COM – Pemerintah Provinsi Aceh menyiagakan obat-obatan di setiap rumah sakit umum daerah (RSUD) dalam upaya mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pada akhir 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Iman Murahman, mengatakan tren penularan COVID-19 di Aceh memang telah menunjukkan penurunan, tetapi pemerintah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan.

“Untuk obat-obatan kita juga sudah inventarisir di setiap rumah sakit, dan mereka masih punya obat-obatan,” kata Iman Murahman, dilansir dari Antara, Jumat (26/11/2021).

Dokter Iman menjelaskan tidak hanya rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh daerah yang siaga terhadap obat-obatan, pihaknya di Dinas Kesehatan Aceh juga masih memiliki persediaan obat-obatan, baik obat oral maupun injeksi.

“Kalau memang perlu kita pun masih punya obat-obatan, baik itu injeksi maupun obat-obatan oral, kita siap,” kata Iman.

Selain itu, lanjut Iman, Dinas Kesehatan Aceh juga masih punya stok sekitar 100.000 alat rapid antigen guna mendeteksi warga terhadap infeksi COVID-19.

Apabila sewaktu-waktu pemerintah di 23 kabupaten/kota seluruh Aceh membutuhkan, maka pihaknya siap untuk mendistribusikan.

“Untuk rapid antigen kita juga masih punya stok sekitar 100.000 lagi, yang memang kalau kabupaten/kota minta untuk rapid antigen di setiap pasien masuk rumah sakit, itu kita masih siap,” kata Iman.

Selain itu, Aceh juga siap dengan ketersediaan ruang isolasi dan perawatan di rumah sakit bagi pasien COVID-19, apabila terjadi lonjakan kasus COVID-19 gelombang ketiga di paling barat Indonesia itu.

Aceh memiliki 30 unit RUSD yang menjadi rujukan COVID-19 di seluruh Aceh, dengan kapasitas tempat tidur di ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) sebanyak 115 bed dan 893 bed di ruang isolasi Pinere.

Data Bed Occupancy Rate Dinas Kesehatan Aceh hingga Kamis (25/11/2021) malam menunjukkan bahwa pasien infeksi COVID-19 yang masih berada di rumah sakit rujukan daerah hanya tersisa 15 orang, dan semuanya sedang menjalani isolasi mandiri dan nihil pasien RICU.

“Jadi mudah-mudahan persiapan dari tingkat ruang isolasi sudah memadai,” kata Iman.

Comments
Loading...