13 Tahun Tsunami Aceh, Momen Melawan Lupa

POPULARITAS.COM – Ratusan masyarakat Aceh menghadiri peringatan 13 tahun peristiwa gempa dan sunami Aceh yang di pusatkan di halaman Masjid Al Ikhlas, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar.

Warga yang berdatangan dari berbagai daerah itu mengenakan baju serba putih. Mulai dari kalangan dewasa, anak-anak hingga keluarga. Mereka yang datang duduk di bawah tenda mengikuti tausiah dan serangkaian acara seremonial peringatan  bencana tsunami 13 tahun silam.

Acara yang diselenggarakan oleh pemerintah Aceh itu mengusung tema “Melawan Lupa Bangun Kesadaran Masyarakat Menuju Budaya Siaga Bencana” turut menghadirkan beberapa tamu undangan dari negara sahabat yang ikut membantu Aceh saat tsunami lalu.

Masyarakat yang hadir di sana turut disuguhkan pemutaran film kilas balik tsunami Aceh hingga saat ini. Serta santunan anak yatim dan penyerahan buku oleh tokoh masyarakat Leupung tentang bencana tsunami yang pernah menyapu desa mereka.

Lokasi peringatan yang  berlangsung di Masjid Al-Ikhlas tersebut, tepat berada di kawasan bibir pantai Lhoknga. Di mana saat tsunami lalu kawasan ini disapu bersih oleh gelombang tsunami serta masyarakat di sana.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyampaikan, momentum peringatan 13 tahun tsunami itu menjadi peristiwa penting bagi seluruh masyarakat Aceh untuk  Melawan  lupa. Bagaimana bencana besar pernah datang di negeri serambi Mekkah.

“Ini momentum bagi masyarakat Aceh umumnya untuk membangun budaya siaga bencana dimasa akan datang. Mari kita memperkuat kewaspadaan,” kata Irwandi dalam sambutannya.

Semangat pembangunan yang pesat paska tsunami, menurutnya harus dijadikan semangat untuk membangun Aceh lebih baik lagi. Kata Irwandi sebelumnya banyak yang pesimis bahwa Aceh tidak akan bisa bangkit.

“Tapi dukungan dari masyarakat dunia kepada Aceh cukup luar biasa, ini yang membuat Aceh kembali bangkit secara perlahan-lahan hingga hari ini, ” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi semua pihak dalam mensukseskan kegiatan tersebut. Apalagi, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan itu.

Sementara itu, ustad Faisal Adriansyah,  saat memberikan tausiahnya menyampaikan kepada seluruh masyarakat yang hadir agar dapat menjadikan peristiwa 13 tahun silam itu sebagai pembelajaran untuk berbenah diri kembali ke jalan Allah SWT.

“Allah adalah arsitektur terindah. Peristiwa gempa dan tsunami yang kita rasakan lalu semoga menjadikan kita sebagai makhluk bersyukur. Ketika kita ditimpa musibah, kesusahan, kita berada di bawah maka kita harus tetap bersabar,” jelasnya.

Berkumpul dalam rangka memperingati  bencana tsunami, sebut Faisal bukanlah untuk membuka luka lama tapi merupakan peringatan yang sangat bermanfaat.  Maka dari itu berilah doa kepada para Syuhada .

“Pesan Allah kepada kita yang selamat, bangunlah Aceh seperti membangun rumahku. Jangan sampai kita sia-siakan. Ini pesan yang kita tangkap dalam peringatan tsunami.  Kita juga berkumpul disini adalah untuk melawan lupa,” ujarnya.

Di akhir tausiahnya, Faisal  mengajak masyarakat agar musibah tsunami diceritakan kepada generasi penerus supaya menjadi pembelajaran bagi mereka.

Katanya, ini akan habis jika kita tidak diwariskan kepada generasi muda. Ini menjadi penting, bahwa musibah tsunami menjadi pelajaran berharga agar kita siaga bencana. Jangan sampai suatu saat air laut surut, kita sibuk menangkap ikan. Tapi kita tidak tahu bahwa itu merupakan isyarat akan adanya gelombang yang akan datang dan menyapu bersih negeri kita kembali.

“Apa kaitanya dengan tsunami, bahwa Al-Qur’an melarang kita lupa. Kenapa Jepang begitu tangguh terhadap bencana . Di Jepang sering terjadi tsunami, anak-anak di Jepang sudah terbiasa dengan pendidikan bencana, tuturnya yang juga Ketua ikatan ahli geologi Aceh,” tutupnya.[acl]

Reporter : Zuhri Noviandi

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.