11 Gampong di Kecamatan Leuser Sudah Menikmati Listrik

POPULARITAS.COM – Penantian panjang 11 gampong di Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara agar bisa menikmati listrik akhirnya terwujud pada masa kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, dengan jumlah pelanggan mencapai 667 kepala keluarga.

Terangnya 11 gampong tersebut pada malam hari ditandai dengan peresmian yang dilakukan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Kamis (25/1/2018). Ini merupakan babak baru gampong tersebut bisa menikmati listrik setelah 72 tahun Indonesia merdeka.

Dalam sambutannya, Irwandi menjelaskan, PLN telah menyediakan sambungan sepanjang 43,6 km untuk mengalirkan energi listrik ke Kecamatan Leuser ini.

“Dengan demikian, mulai hari ini 11 desa ini sudah bisa menikmati listrik dengan baik,” kata Irwandi, Kamis (25/1/2018) saat meresmikan penggunaan listrik.

Dengan pencapaian ini, lanjut Irwandi, berarti kini hanya tinggal 12 gampong lagi di Aceh yang belum mendapatkan aliran listrik. Lokasi gampong ini memang kebanyakan berada di wilayah pedalaman. Meskipun demikian, langkah menyediakan listrik bagi mereka tetap diupayakan pemerintah.

“Insya Allah akhir tahun 2018 diharapkan rasio elektrifikasi desa sudah 100 persen, artinya seluruh desa di Aceh telah menikmati listrik,” ujar Gubernur.

Kata Irwandi, langkah penyediaan listrik ini tidak terlepas dari upaya menurunkan tingkat kemiskinan di Aceh dan merupakan contoh terobosan yang telah dilakukan pemerintah bekerjasama dengan PLN Aceh.

“Sebagaimana kita ketahui, pusat-pusat kemiskinan di Aceh umumnya berada di wilayah pedesaan. Dengan tersedianya jaringan listrik ke semua desa, kita berharap aktivitas ekonomi masyarakat kian berkembang sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan,” terangnya.

Pada kesempatan itu Gubernur juga kembali menjelaskan, Pemerintah Aceh memiliki visi “Terwujudnya Aceh yang Damai dan Sejahtera Melalui Pemerintahan yang Bersih, Adil dan Melayani.”

Visi tersebut selanjutnya dituangkan dalam 15 program unggulan, salah satunya adalah ‘Aceh Energi’, yaitu pemenuhan energi listrik bagi rakyat Aceh dan industri yang berasal dari energi bersih terbarukan.

Menurut Gubernur, salah satu upaya Pemerintah Aceh memenuhi kebutuhan listrik adalah mencari investor di sektor energi dan mendorong kinerja PLN dalam rangka menyediakan fasilitas listrik bagi seluruh rakyat Aceh. 

Tingkat pertumbuhan masyarakat yang cukup tinggi, sebutnya, disertai dengan aktivitas ekonomi yang semakin meningkat, mengharuskan pemerintah menambah ketersediaan energi listrik secara berkelanjutan.

“Tanpa ketersediaan energi listrik, investasi juga tidak bisa masuk, sebab dalam menjalankan gerak usaha, kebutuhan listrik adalah hal mutlak. Oleh sebab itu, Pemerintah Aceh akan terus mendorong agar PLN mampu menyediakan listrik bagi semua masyarakat Aceh sehingga semua desa di Aceh bisa menikmati aliran listrik 24 jam sehari,” jelasnya.

Gubernur juga menjelaskan, saat ini tingkat ketersediaan listrik di Aceh sebenarnya sudah tergolong cukup tinggi, yakni 96,6 persen.  “Dari 6.474 desa yang ada di Aceh, hanya segelintir desa yang belum mendapat aliran listrik. Umumnya desa-desa itu berlokasi di wilayah pedalaman,” ujar Gubernur.

Namun Gubernur menegaskan, dimanapun lokasi gampong itu berada, tetap menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan listrik bagi penduduknya.

Untuk mewujudkan itu, lanjut Gubernur, akan dimulai dengan membangun berbagai fasilitas utama, seperti jalan menuju gampong agar jaringan aliran listrik mudah masuk.

“Kita juga akan berupaya mengoptimalkan sumber energi yang ada di sekitar wilayah tersebut, seperti sumber energi dari air, angin, panas bumi dan sebagainya. Dengan demikian sumber energi kita akan lebih banyak tersedia, dan kualitas layanan akan lebih baik,” imbuhnya.[acl]

Reporter : Apung

Ucapan Pelantikan JMSI dari BPKA
Ucapan Pelantikan JMSI – Bank Aceh

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.